Jumat, 21 Desember 2018

3 Kerugian Memilih Asuransi Kendaraan TLO Buat Mobil Baru


Secara garis besar, asuransi kendaraan khususnya mobil memang dibedakan menjadi dua jenis yaitu all risk, dan total lost only atau TLO. Biaya premi untuk asuransi TLO memang jauh lebih murah ketimbang all risk, namun apakah asuransi ini yang sesuai buat kamu?

Meski kalau diartikan dalam Bahasa Indonesia, TLO hanya menanggung kerugian karena kendaraan yang hilang, pada kenyataannya asuransi ini juga bisa menanggung kerusakan.

Asalkan kerusakannya melebihi 75 persen lho ya, alias udah gak bisa berfungsi normal lagi kendaraannya.

Kalau dipikir-pikir, TLO malah lebih cocok digunakan oleh motor. Mengapa demikian?

Karena kendaraan yang satu ini rawan dicolong orang lain. Bila ada kerusakan di body, tentu saja kerusakan itu gak bakal semahal kerusakan mobil. Apalagi kalau motornya adalah motor bebek seharga Rp 15 jutaan.

Buat kamu yang tetap berniat menggunakan asuransi kendaraan TLO untuk mobil baru, maka coba cermati dulu yuk kerugian finansial yang berpotensi kamu alami.

1. Ujung-ujungnya boros pengeluaran
Kalau memang hanya bisa menggantikan kerugian jika mobil hilang atau rusak total, maka pengeluaran bulananmu untuk bayar premi asuransi kendaraan ini jadi sia-sia.

Bayangkan kalau cuma pakai TLO, bayar premi per bulan mungkin hanya Rp 700 ribuan. Tapi ketika ada kerusakan sedikit saja, kamu gak bisa diklaim.

Uang yang kamu jaminkan ke asuransi itu juga gak bakal bisa dicairkan lho. Kecuali kamu ingin menjual mobilmu dan asuransi yang kamu pakai punya fitur pengembalian uang premi jika gak ada klaim.

Itupun gak bisa balik 100 persen, pasti ada potongan yang diberlakukan untuk biaya lain-lain. Palingan cuma dapat 70 persen.

Otomatis beban pengeluaranmu per bulan jadi bertambah bukan? Untuk jelasnya, lihat poin kedua di bawah.

2. Bakal sering keluar duit untuk moles mobil
Ketika kamu menggunakan asuransi TLO, maka kurang bijak sepertinya jika mobilmu digunakan untuk aktivitas sehari-hari.

Semua sudah tahu, bila kamu menggunakannya untuk harian, maka mobil tersebut harus berjibaku dengan keganasan jalan raya.

Otomatis, baret atau penyok bakal jadi risiko yang berpotensi menimpamu di saat yang tak terduga. Jika asurasimu gak bisa menanggung kerusakan minor tersebut, maka hitung saja kerugian yang bakal kamu tanggung.

Bumper penyok biasanya dipatok diharga Rp 500 ribu. Biaya reparasi untuk menghilangkan baret-baret mulai dari Rp 200 ribuan per panel. Ketika ada dua panel ya otomatis beda lagi.

Coba kalau kamu pakai all risk, jika ada baret atau penyok kamu tinggal bayar Rp 300 ribuan per klaim dan semuanya beres. Biaya bengkel lainnya bakal ditanggung oleh asuransi.

3. Kehilangan mobil ngga diganti 100 % oleh asuransi kendaraan
Lho bukannya asuransi TLO ini bakal menggantikan uang kita jika mobil hilang? Betul memang seperti itu, namun gak mungkin 100 persen diganti juga.

Misal harga mobilmu saat kamu beli tahun 2016 adalah Rp 200 juta. Ketika mobilmu hilang tahun 2018, maka pihak asuransi gak mungkin menggantinya dengan uang sebesar Rp 200 juta. Palingan cuma diganti Rp 160 juta doang.

Kok gitu? Karena dalam setiap tahun harga mobil bakal mengalami penyusutan. Wajar saja, mobil kan bukan rumah yang harganya bakal naik terus seiring dengan berjalannya waktu.

Setelah melihat tiga kerugian yang bakal kamu alami ketika kamu memilih asuransi kendaraan TLO, apa kamu lantas berkesimpulan bahwa asuransi itu benar-benar gak nguntungin?

Salah besar kalau kamu berpikiran seperti itu.

Asuransi TLO tentu berguna buat mereka yang tinggal di wilayah rawan kejahatan atau rawan bencana alam, sebut saja seperti gempa atau tanah longsor. Atau mungkin apabila mobilmu adalah mobil yang sudah berumur, ya gak apa-apa deh pakai asuransi yang satu ini.

Sudah tahu kan sama kerugiannya. Selamat menentukan asuransi yang pas buat mobil kesayanganmu ya.

sumber:  moneysmart

0 komentar:

Posting Komentar