Asuransi Mobil Otomate

Paket asuransi Mobil terlengkap dari ACA asuransi yang menyediakan mobil pengganti.

Asuransi Pengangkutan (Marine Cargo)

Asuransi pengangkutan ACA menawarkan proteksi lengkap terhadap risiko-risiko yang mengancam barang Anda yang diangkut baik melalui darat, laut, maupun udara..

Jumat, 14 Juni 2019

Cara Klaim Mobil dan Gedung yang Terdampak Rusuh 22 Mei


Pengumuman hasil pemilihan umum oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengundang protes sejumlah masyarakat. Protes yang berakhir ricuh, memakan korban jiwa, dan menelan kerugian materil.

Sedikitnya, belasan mobil jadi amuk massa. Bangunan restoran cepat saji McDonald's yang terletak di kawasan Sarinah pun ikut menjadi sasaran hingga mengakibatkan kerusakan.

Sebetulnya, Anda tak perlu khawatir atas kerugian mobil, motor, serta bangunan yang rusak jika Anda mengasuransikannya. Sebab, produk asuransi saat ini telah dilengkapi dengan pertanggungan huru-hara. 

Hanya saja, ada syarat-syarat tertentu yang harus dipenuhi sebelum Anda mengajukan klaim ke perusahaan asuransi. 

Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Dody AS Dalimunthe mengatakan setiap perusahaan asuransi menawarkan produk asuransi kendaraan bermotor mengacu pada Polis Standar Asuransi Kendaraan Bermotor Indonesia (PSAKBI). Dalam standar itu, nasabah belum mendapatkan fasilitas perlindungan dari kerusuhan. 

"PSAKBI mengecualikan kerugian akibat kerusuhan dan huru hara," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Jumat (24/5). 

Sederhananya, asuransi kendaraan bermotor atau properti saja tak cukup untuk melindungi harta benda Anda dari risiko kerusuhan. Artinya, Anda harus membeli polis tambahan untuk risiko huru hara. 

"Risiko kerusuhan dapat dijamin dalam polis dengan menambahkan additional cover kerusuhan dan huru hara, tentunya dengan tambahan premi. Misalnya preminya 3 persen nanti ditambah 0,5 persen untuk dapat fitur tambahan. Jadi total yang dibayar 3,5 persen dikali biaya pertanggungan," jelas Dody. 

Direktur Utama PT Asuransi Wahana Tata (Aswata) Christian Wanandi menambahkan nasabah bisa mengklaim kerugian apabila memiliki fitur tambahan. "Jadi bisa diklaim, selama dalam polis asuransi kendaraan tersebut dicover kondisi huru hara, terorisme, dan sabotase," terang dia. 

Meskipun begitu, sebenarnya ada beberapa perusahaan asuransi yang sudah menjual produk asuransi harta benda, misalnya kendaraan bermotor satu paket dengan fitur tambahan huru hara. Aswata salah satunya. 

"Kalau kami selalu jual paket lengkap, tapi kadang-kadang nasabah tidak mau beli tambahan karena budget atau merasa tidak perlu," katanya. 

Direktur PT Asuransi Harta Aman Yulianto Hengki menyatakan pihaknya masih menjual produk asuransi kendaraan bermotor yang terpisah dengan fitur huru hara. Manajemen hanya memberikan opsi kepada nasabah yang memang ingin menambah fitur huru hara. 

"Sesuai aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ada tambahan premi atas perluasan jaminan huru hara," tutur Yulianto. 

Terkait tata cara penagihan klaimnya, lanjut Yulianto, nasabah bisa menghubungi pihak asuransi melalui telepon dan surat elektronik (e-mail). Kemudian, perusahaan asuransi akan melakukan survei terhadap harta benda yang mengalami kerusakan. 

"Nanti tertanggung diminta diminta untuk melengkapi formulir klaim dan disertai dengan dokumen pendukung yang diperlukan," imbuh dia, 

Bila kerusakannya lebih dari 75 persen, maka perusahaan asuransi akan mengganti 100 persen dari nilai tertanggungan. Bila di bawah 75 persen, maka dana klaim yang dikucurkan sesuai dengan harga perbaikannya saja. 

Pengamat Asuransi Hotbonar Sinaga menuturkan pengecekan atau survei yang dilakukan perusahaan asuransi berbeda-beda. Jika yang rusak merupakan mobil mewah, maka perusahaan asuransi akan menggandeng pihak ketiga. 

"Misalnya mobil Ferrari, harganya kan miliaran rupiah. Nah untuk mendapatkan gambaran berapa nilai kerugiannya pakai pihak ketiga," ucap Hotbonar. 

Sementara, untuk mobil dengan harga murah atau tidak termasuk mobil mewah, pengecekan biasanya dilakukan oleh perusahaan asuransi tempat nasabah itu membeli polis. Manajemen akan mendatangi lokasi kejadian untuk melihat mobil yang rusak. 

"Lalu nanti dilihat penjelasan dari kepolisian atau biasanya melihat informasi di media massa," pungkas Hotbonar.

sumber: cnnindonesia 

Kamis, 13 Juni 2019

Prospek Industri Alat Berat Di 2019


Industri alat berat Indonesia pada tahun ini diramalkan tumbuh tipis bahkan cenderung stagnan. Ketua Himpunan Alat Berat Indonesia (Hinabi) mengatakan, penjualan alat berat akan menurun karena harga batubara berkalori rendah melemah sejak akhir 2018.

Target produksi alat berat tahun ini hanya mencapai 7.000 unit, lebih rendah dari target produksi alat berat pada 2018 yang mencapai 8.000 unit. Pada 2018, produksi alat berat mencapai 7.981 unit, naik 42% dari 2017 sebanyak 5.609 unit.

Di kuartal I-2019, produksi alat berat nasional naik tipis. Dari data Hinabi, produksi mencapai 1.733 unit atau naik 2,9% dari Kuartal I-2018 yang sebesar 1.684 unit.

Produksi terbesar masih dari jenis alat berat hydraullic excavator yang menyumbang 1.524 unit. Sisanya, produksi bulldozer, motor grader, wheel loader dan dump truck.

Pertambangan masih menjadi pasar terbesar penjualan alat berat. Emiten alat berat memprediksi penjualan tahun ini tetap tumbuh namun tak sekuat 2018. PT United Tractors Tbk (UNTR) mengatakan tahun ini kontribusi dari sektor pertambangan diperkirakan lesu, begitu pula sektor kehutanan. Sektor perkebunan juga melambat, apalagi alat berat UNTR hanya digunakan untuk membuka lahan perkebunan.

Tahun ini, UNTR menargetkan penjualan alat berat hanya 4.100 unit, turun 15,9% dibandingkan total penjualan 2018 sebanyak 4.879 unit. Penurunan target ini mempertimbangkan kondisi pasar, terutama dari sektor pertambangan yang mulai stagnan karena normalisasi harga batubara.

Pergerakan harga batubara memang masih menjadi salah satu sentimen utama yang akan mempengaruhi industri dan saham emiten alat berat. Sebab, sebagian besar penjualan alat berat masih menyasar industri tambang batubara. Sementara itu, alat berat di sektor pertambangan masih didominasi penjualan Komatsu yang sebesar 48%.

Kemudian sektor konstruksi menjadi pangsa pasar terbesar kedua dengan porsi 27%, sisanya kehutanan 13% dan 12% perkebunan.

Kami melihat, industri alat berat di 2019 lebih menantang. Pertama, terkait pengurangan permintaan batubara di China sampai saat ini. Pemerintah China masih membatasi impor batubara akibat melimpahnya batubara di sana.

Berdasarkan keterangan pelaku pasar, hingga kini pemerintah China masih memperpanjang waktu pemeriksaan bea cukai  (custom clearence) batubara impor menjadi 40 hari hingga dua bulan. Pada kondisi normal, pemeriksaan barang impor hanya membutuhkan waktu sekitar 20 hari.

Kedua, pergerakan harga batubara yang rawan berfluktuasi. China masih menguasai lebih dari separuh konsumsi batubara dunia. Bila permintaan energi China berkurang, maka bisa dipastikan permintaan energi dunia terpengaruh signifikan.

Tentunya setelah tujuan ekspor utama, China, membatasi impor, harga batubara menjadi tidak menentu, cenderung turun. Negara-negara pengekspor batubara ke China menjadi kelebihan produksi dan hal ini menyebabkan tergerusnya harga batubara.

Namun masih ada angin segar yang dapat mendorong industri alat berat. Industri non-batubara yang diprediksi meningkat. Pelaku usaha dapat melakukan diversifikasi bisnis tambang lain.

Prospek harga emas, nikel dan timah pada 2019 diprediksi membaik. Anak usaha PT Astra International Tbk (ASII), UNTR berminat mengakuisisi tambang lagi sebagai nilai tambah bisnis perusahaan setelah akhir tahun lalu merampungkan akuisisi tambang emas Martabe di Sumatra Utara. Melalui anak usahanya PT Danusa Tambang Nusantara, kini fokus melanjutkan operasional dan mengoptimalkan produksi emas tahun ini. UNTR membidik produksi emas 350.000 ons dari Martabe. Harga emas per 2 Mei 2019 sebesar US$ 1.271,55 per ons troi.

Kedua, Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) memproyeksikan pada 2019 pembiayaan alat berat masih menggeliat. Utamanya karena masih terdongkrak proyek pemerintah. Pada tahun ini, APPI memperkirakan pembiayaan alat berat setidaknya terdongkrak 2,5% dengan adanya proses konstruksi dari proyek pemerintah. Kami tetap optimistis sepanjang tahun ini sektor konstruksi, perkebunan dan kehutanan menjadi fokus penjualan alat berat.

sumber:  kontan

Selasa, 11 Juni 2019

Penjualan Rumah Naik, Bisnis Asuransi Properti Menggeliat


 Menggeliatnya penjualan perumahan dan kenaikan harga rumah telah menopang bisnis asuransi properti di awal tahun. Hal ini terlihat dari pertumbuhan premi bruto dari asuransi properti meningkat 26,3% menjadi Rp 4,66 triliun per Maret 2019.

Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Dody AS Dalimunthe menjelaskan pertumbuhan penjualan properti perusahaan mencapai 23,77%, sedangkan harga rumah naik 0,49%.

“Pertumbuhan asuransi properti juga didukung oleh penyaluran kredit kepemilikan tempat tinggal yang meningkat. Karena objek KPR juga akan dijamin oleh asuransi,” kata Dody di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Ia memperkirakan lini bisnis properti tetap tumbuh di tahun 2019 dengan pertimbangkan pembangunan fisik properti mengalami pertumbuhan, terutama dari sektor industri. Sayangnya asosiasi tidak membuat berapa estimasi pertumbuhan premi dari lini bisnis ini. Tetapi secara keseluruhan pertumbuhan premi industri asuransi umum meningkat 10% dari tahun lalu.

Prospek bisnis properti yang cerah membuat pemain asuransi optimistis. Misalnya saja, tahun ini PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance) yakin premi dari lini bisnis fire and property tumbuh di atas 30% secara year on year (yoy). 

Presiden Direktur Tugu Insurance Indra Baruna mengaku bahwa tahun lalu Tugu Insurance kumpulkan premi sebesar US$ 54 juta dari bisnis ini.

Pemain asuransi umum yang juga bermain di properti adalah PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo). Direktur Operasi Ritel Jasindo Sahata L. Tobing mengatakan, asuransi risiko properti (property all risk) menjadi kontribusi terbesar dari total premi Jasindo, kemudian menyusul dari asuransi otomotif dan kesehatan.

Meski menyumbang premi besar, tapi Jasindo memilih menargetkan pertumbuhan premi konservatif di tahun ini. Sahata menargetkan lini bisnis ini menyumbang premi sebesar Rp 1,2 triliun, atau naik sekitar 4%-5% dari tahun lalu.

“Untuk bisnis properti cenderung stagnan, karena properti kami tidak bertambah. Dibandingkan asuransi lain harga properti tetap maka jika turun maka premi kami juga turun,” ungkap Sahata.

Merujuk laporan keuangan perusahaan, Jasindo kumpulkan pendapatan premi sebesar Rp 744,54 miliar per Maret 2019. Jumlah tersebut meningkat 23,85% dibandingkan Maret tahun lalu yakni Rp 601,12 miliar. Hal ini dibarengi peningkatan laba perusahaan dari Rp 38,27 miliar menjadi Rp 55,65 miliar.

sumber:  kontan

Senin, 03 Juni 2019

Jangan Lakukan 10 Hal Ini Jika Klaim Asuransi Motor Tidak Ingin Ditolak


Asuransi kendaraan berfungsi sebagai pelindung Anda dari kerugian finansial yang mungkin diderita akibat kerusakan dari kendaraan bermotor. Tetapi, pada kenyataannya, tidak semua klaim akan disetujui oleh pihak asuransi.
Penolakan klaim ini sering berujung pada sengketa antara konsumen dengan pihak asuransi.
Untuk mencegah terjadinya sengketa yang berkelanjutan, maka sebaiknya Anda melakukan klaim dengan dasar dan prosedur sesuai yang tercantum pada polis.
Sebelum membahasnya lebih lanjut, hal yang harus Anda ingat ialah akan selalu ada premi yang harus dibayar saat Anda mendaftarkan diri menjadi nasabah dari asuransi.
Premi tersebut akan ditetapkan jumlahnya sesuai dengan ketentuan yang disetujui.
Besar premi ini disesuaikan dengan jenis, waktu, dan besar perjanjian uang pertanggungan yang akan diberikan nantinya.
Ingat ya, jangan sampai Anda lupa untuk membayar preminya karena jika terjadi, maka premi yang sudah dibayarkan sebelumnya akan hangus dan secara otomatis Anda sudah tidak terdaftar lagi pada asuransi tersebut.
Selalu buat perencanaan keuangan dalam bentuk anggaran yang dibuat sebulan sebelumnya.
Kini mari kita bahas 10 hal yang sebaiknya tidak dilakukan agar klaim asuransi motor disetujui:
1. Tidak Membawa SIM Pada Saat Mengemudi
Anda tidak tahu kapan kerusakan dan kecelakaan akan terjadi. Oleh karena itu, penting untuk selalu membawa surat izin setiap kali Anda mengemudi.

Keharusan membawa SIM ini juga diatur di dalam undang-undang berkendara.
Pihak asuransi berhak menolak klaim apabila pengendara motor terbukti tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) pada saat terjadinya kerusakan atau kerugian.
Hal ini dikarenakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, pengendara motor seharusnya memiliki izin yang lengkap.
2. Motor Digunakan untuk Mengangkut Barang
Biasanya polis asuransi kendaraan tidak menyetujui klaim apabila kecelakaan terjadi karena barang yang sedang dimuat atau diangkut oleh kendaraan tersebut.

Misalnya, Anda membawa zat kimia dan zat tersebut tumpah atau jatuh dan merusak kendaraan Anda.
Selain itu, jika muatan motor melebihi kapasitas yang telah ditetapkan oleh pabrik dan akhirnya menimbulkan kerusakan, kerusakan tersebut kemungkinan besar tidak akan disetujui klaim.
3. Mengendarai Motor dalam Keadaan Mabuk
Mabuk merupakan sebuah kejadian yang disengaja oleh pihak tertanggung atau pengemudi.

Jika pengemudi berada di bawah pengaruh minuman keras, obat terlarang, atau sesuatu yang mempengaruhi kesadarannya, maka pihak asuransi berhak menolak klaim yang dilakukan oleh tertanggung.
Selain pengemudi dalam keadaan mabuk, motor yang tidak dalam keadaan layak jalan atau rusak, yang dikemudikan dengan paksa dan rusak, biasanya tidak akan disetujui klaimnya.
4. Menggunakan Motor untuk Balapan
Pasti Anda sering melihat jalanan sepi yang dijadikan sebagai jalur balapan.

Selain merugikan orang lain dan membahayakan diri sendiri, motor yang digunakan untuk balapan, tidak akan disetujui klaimnya apabila terjadi kerusakan.
Selain itu, motor yang balapan biasanya akan dimodifikasi. Anda harus memastikan bahwa modifikasi tersebut tidak mempengaruhi polis.
Tetapi pada umumnya, banyak klaim motor modifikasi yang ditolak oleh pihak asuransi.
5. Tidak Membayar Premi
Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, membayar premi asuransi adalah kewajiban yang harus dipenuhi oleh tertanggung untuk dapat menikmati hak perlindungan dari asuransi.

Premi yang tidak dibayar dapat menghentikan polis secara otomatis. Tetapi, biasanya pemilik polis akan diberikan masa tenggang.
Setelah tertanggung membayar premi dalam masa tenggang waktu yang ditentukan, biasanya pihak asuransi akan langsung memproses klaim.
6. Melanggar Lalu Lintas
Jika kerugian dan kerusakan terjadi akibat pengemudi melanggar rambu lalu lintas atau misalnya memasuki atau melewati jalan tertutup atau terlarang, maka pihak asuransi berhak menolak klaim.

Bahkan selain motor yang melanggar lalu lintas, motor yang digunakan untuk tindakan kejahatan juga akan ditolak klaim kerusakannya jika terbukti oleh pihak asuransi.
7. Memberikan Keterangan yang Tidak Benar
Banyak pihak yang demi mencari keuntungan, memberikan keterangan tidak benar mengenai kerusakan atau kecelakaan yang terjadi. Misalnya fakta dan pernyataan yang dibuat tidak benar.

Ada pula yang memperbesar jumlah kerugian atau menggunakan surat atau bukti palsu.
Kesengajaan dan tindak penipuan ini tidak seharusnya dilakukan dan dalam hal ini, penanggung (pihak asuransi) berhak menolak klaim.
Keterangan yang tidak benar juga dapat ditindaklanjuti oleh perusahaan asuransi.
Anda bisa saja di-blacklist dan tidak diperbolehkan mengikuti asuransi perusahaan yang bersangkutan apabila dengan sengaja melakukan tindakan yang merugikan pihak asuransi.
8. Tidak Memperhatikan Masa Berlaku Polis
Selain ciri kerusakan dan sebab kerusakan, klaim Anda mungkin dapat ditolak karena polis yang tidak sesuai.

Misalnya, masa berlaku polis. Anda harus memastikan bahwa polis tidak memiliki masa tenggang.
Ada beberapa asuransi yang memberlakukan masa tenggang di awal masa polis berlaku.
Selain masa tenggang, Anda pun harus memastikan bahwa Anda melakukan klaim ketika polis masih dalam masa aktif.
9. Melewati Batas Waktu Pengajuan Klaim
Setiap perusahaan asuransi pasti akan memberikan ketentuan mengenai batas waktu pengajuan klaim.

Ada yang 48 jam, ada pula yang 72 jam, ini berarti terhitung dari saat terjadinya kerusakan, Anda harus melakukan klaim di dalam batas waktu tersebut.
Batas waktu pengajuan klaim akan ditulis di dalam polis. Tertanggung atau pemilik polis wajib menunaikan kewajiban tersebut agar klaim dapat disetujui.
Untuk mempercepat proses ini, sebaiknya simpan nomor telepon, alamat e-mail, atau kontak nomor pihak yang harus Anda hubungi ketika kerusakan terjadi.
10. Tidak Melengkapi Dokumen
Terdapat beberapa dokumen yang harus Anda sertakan ketika melakukan klaim. Jika dokumen tidak dilengkapi maka pihak asuransi mungkin akan menolak klaim Anda.

Ketentuan mengenai dokumen pendukung klaim ini biasanya disesuaikan dengan kerusakan dan kebijakan masing-masing perusahaan.
Pada umumnya, dokumen yang dibutuhkan adalah:
Polis asuransi, sertifikat, lampiran.
SIM (Surat Izin Mengemudi) milik pengemudi pada saat kejadian.
STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan), KTP (Kartu Tanda Penduduk), BPKB (Buku Pemilikan Kendaraan Bermotor).

Selain itu, beberapa klaim juga membutuhkan surat keterangan dari Polsek (Kepolisian Sektor) atau dari Polda (Kepolisian Daerah)
Selain beberapa hal yang tidak boleh dilakukan di atas, terdapat beberapa ketentuan yang menjadi pengecualian dalam melakukan klaim, seperti:
– Kerusakan terjadi pada perlengkapan tambahan yang tidak ada di dalam polis.
– Kerusakan yang timbul akibat kerusuhan, huru hara, gempa bumi, letusan gunung berapi, longsor, reaksi nuklir dan kejadian sejenisnya.
– Kerusakan yang timbul dari penggunaan motor yang di luar daripada cantuman polis asuransi.
– Kerusakan yang merupakan tindakan dari orang yang memiliki hubungan dengan tertanggung seperti suami, istri, anak, orang tua, tinggal bersama dan semacamnya.

sumber: finansialku

Kamis, 30 Mei 2019

Jangan Remehkan Asuransi Kendaraan yang Dipakai untuk Mudik


Pemudik yang menggunakan sepeda motor atau mobil pribadi sebaiknya membekali kendaraannya dengan asuransi guna mengantisipasi pengeluaran tambahan akibat kecelakaan lalulintas atau hilangnya kendaraan saat diparkir untuk beristirahat.

"Jadi tidak perlu menyiapkan dana tambahan jika terjadi hal yang tidak diinginkan pada kendaraan," ujar Chief Executive Officer Adira Insurance, Julian dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (29/5/2019).

Memiliki asuransi kendaraan selama mudik juga membuat pemudik mendapatkan kemudahan apabila terjadi hal darurat selama perjalanan, karena perusahaan asuransi menyediakan layanan bantuan.

"Selama periode mudik lebaran, Adira Insurance selalu menyiapkan contact center Adira Care 1500 456 dan rescue unit yang standby 24 jam di Indonesia," kata Julian.

Adira Insurance juga berkoordinasi dengan Autocillin Garage yang tersebar di seluruh Indonesia untuk mengantisipasi kemungkinan kendaraan akan masuk bengkel karena kecelakaan atau risiko saat mudik lainnya.

Pelanggan dapat menggunakan aplikasi Autocillin Mobile Claim untuk menemukan Autocillin Garage terdekat dari lokasi pemudik.

Selain kecelakaan, potensi kendaraan hilang atau dicuri saat diparkir untuk beristirahat juga membuat Anda setidaknya memikirkan untuk memiliki asuransi.

Asuransi bisa menjadi jawaban atas risiko itu karena terdapat perlindungan kehilangan yang dikenal dengan Total Loss Only (TLO) guna melindungi kendaraan yang dibawa mudik maupun ditinggal di rumah selama pulang kampung.

Penyebab lain pentingnya memiliki asuransi kendaraan selama mudik adalah karena tingkat kerusakan kendaraan yang tinggi, menyusul perjalanan mudik yang menempuh jarak cukup jauh sehingga kerusakaan kendaraan tidak dapat diprediksi.

Business Division Development Head Adira Insurance, Tanny Megah Lestari, mengatakan telah mempersiapkan layanan emergency road assistance seperti bantuan derek, jumper, bantuan penggantian ban, kendaraan terkunci secara tidak sengaja, dan berbagai fasilitas rescue lainnya.

"Jika Pelanggan mengalami musibah saat perjalanan mudik, Pelanggan langsung menghubungi contact center Adira Care 1500 456 atau dapat mengirimkan SMS di nomor 08121113456," kata dia.

Hingga kuartal I-2019, total premi asuransi kendaraan di Adira Insurance mencapai Rp 422 miliar, bertumbuh 12 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Asuransi kendaraan roda empat masih mendominasi pendapatan premi dengan nilai Rp248 miliar dan bertumbuh 2 persen year on year (yoy). Sementara asuransi kendaraan roda dua mencatatkan pertumbuhan premi 29 persen (yoy) ke angka Rp 174 miliar. 

sumber:  suaradotcom

Rabu, 29 Mei 2019

Apa yang Dimaksud dengan Asuransi Umum atau General Insurance?



Industri asuransi di Indonesia memiliki dua jenis kategori asuransi yaitu asuransi jiwa (life insurance) dan asuransi umum (general insurance). Kalau asuransi jiwa jelas kan perlindungan terhadap nilai ekonomi hidup manusia, bukan proteksi terhadap kematian ya. Jika Anda masih menganggap asuransi jiwa memproteksi kematian, silahkan baca penjelasan ini. Bagaimana dengan asuransi umum (general insurance)?

Asuransi umum (general insurance) memberikan perlindungan terhadap kerugian ekonomi yang terjadi karena kerusakan atau kehilangan asset. 

Apakah Anda mendengar kaki Christiano Ronald diasuransikan sebesar lebih dari US$ 100 juta?

Apakah Anda pernah mendengar artis Julia Robert mengasuransikan senyum manisnya dengan angka fantastis, mencapai US$ 30 juta?

Apakah Anda mengasuransikan rumah dan kendaraan Anda?

Apakah Anda pernah membeli asuransi perjalanan?

Contoh-contoh di atas, adalah jenis-jenis dari asuransi umum (general insurance). Jadi asuransi umum memberikan perlindungan terhadap asset-asset yang dianggap Anda penting.

Menurut data yang dilansir dari website resmi OJK, per tanggal 31 Desember 2015, terdapat 76 perusahaan asuransi umum (general insurance) di Indonesia. Perusahaan-perusahaan tersebut memiliki asosiasi yang dinamakan Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI).

 Asuransi Umum untuk Individu
Berikut ini contoh produk asuransi umum yang berguna untuk keperluan individu dan keluarga:

1. Asuransi Kesehatan (Health Insurance)
Asuransi kesehatan memberikan perlindungan terhadap biaya kesehatan atau berobat. Manfaat yang diberikan oleh asuransi kesehatan adalah : manfaat harian ruang rawat inap, ICU, pelayanan rumah sakit lainnya, pembedahan, konsultasi dokter (sebelum dan sesudah pembedahan),  manfaat rawat jalan darurat karena kecelakaan, pemulangan jenazah, evakuasi medis, santunan kematian karena kecelakaan dan lain-lain.

Termasuk ada juga asuransi kesehatan yang memberikan manfaat kesehatan untuk  ibu hamil, kesehatan mata dan lain sebagainya. Biasanya produk asuransi kesehatan ini ditawarkan satu paket dengan asuransi jiwa unit link. Jika Anda ingin membeli terpisah, Anda dapat menghubungi perusahaan asuransi umum atau membeli BPJS Kesehatan.

2. Asuransi Kecelakaan Diri (Personal Accident)
Asuransi ini akan memberikan santunan kepada tertanggung, jika terjadi kecelakaan, seperti santunan meninggal dunia (jika tertanggung meninggal), santunan catat tetap, biaya pengobatan dan santunan kecelakaan sepeda motor. Pemerintah juga memiliki produk asuransi kecelakaan diri yang disebut dengan BPJS Ketenagakerjaan. Beberapa perusahaan asuransi menawarkan asuransi kecelakaan diri dengan sebutan Asuransi Mikro, Disebut asuransi mikro karena preminya sangat terjangkau, nilai pertanggungan tidak terlalu besar dan dapat dijual di gerai minimarket dan supermarket.

3. Asuransi Kendaraan : Mobil dan Motor
Asuransi ini akan memberikan uang pertanggungan jika terjadi pencurian, kehilangan motor (total lost only) dan/atau risiko-risiko umum (all risk insurance). Namun Anda perlu perhatikan kembali isi polis, karena definisi all risk insurance bukan berarti semua risiko dapat ditanggung.

4. Asuransi Kebakaran dan Asuransi Rumah
Memberikan manfaat uang pertanggungan jika terjadi FLEXAS : kebakaran (Fire), tersambar petir (lightning), peledakan (explosion), kejatuhan pesawat (aircraft impact) dan asap (smoke). Beberapa perusahaan asuransi juga menawarkan asuransi rumah yang disebut PAR : property all risk.

Asuransi Umum untuk Bisnis
Berikut ini contoh produk asuransi umum yang difungsikan untuk kegiatan bisnis:

1.  Asuransi Pengangkutan Barang (Marine Cargo) 
Memberikan jaminan perlindungan terhadap harta benda dan kepentingan tertanggung seperti barang dagangan, bahan baku, bahan jadi, mesin dan barang lainnya terhadap risiko kerugian yang mungkin timbul selama perjalanan melalui pengangkutan laut, darat, dan udara, baik untuk pengangkutan dalam negeri maupun ekspor dan impor.

2.  Asuransi Rekayasa Teknik (Engineering Insurance) 
Memberikan jaminan perlindungan terhadap kerugian atau kerusakan konstruksi, alat-alat konstruksi, peralatan elektronik, alat-alat berat atau mesin, pada saat masa pembangunan atau pemasangan mesin.

3. Asuransi Tanggung Gugat (Liability Insurance) 
Memberikan jaminan perlindungan terhadap tanggung jawab hukum (tanggung gugat). Misal tanggung gugat pribadi, tanggung gugat umum dan tanggung gugat majikan.

4. Asuransi Kapal Laut (Marine Hull Insurance) 
Memberikan jaminan terhadap risiko yang terjadi di laut (cuaca buruk, tabrakan, tenggelam dan kandas), kebakaran, pembuangan barang ke laut, Ejusdem Generis (kerusakan teknis) dan risiko perampokan / pembajakan di tengah laut.

5. Asuransi Telecom Tower (BTS) 
Memberikan jaminan terhadap risiko property all risk, perluasan gempa bumi, tanggung jawab hukum pihak ketiga dan kejadian alam.

6. Asuransi SPBU (Gas Station Insurance) 
Memberikan jaminan terhadap properti SPBU.

7. Asuransi Uang 
Memberikan jaminan atas risiko kerugian uang dan/ atau surat berharga lainnya dari dalam lemari besi (brankas), laci, mesin hitung uang (cash register), atau dalam pengiriman terhadap risiko pencurian, perampokan, kehilangan, pembongkaran, atau penggelapan.

sumber:  finansialku

Selasa, 28 Mei 2019

Premi Bruto Perusahaan Reasuransi Tumbuh Signifikan


Sejumlah perusahaan reasuransi membukukan pertumbuhan premi yang cukup signifikan pada triwulan I/2019.

Salah satunya adalah PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk. (Marein) yang mencatatkan pertumbuhan premi bruto sekitar 19,2% pada kuartal I/2019.

Wakil Presiden Direktur Marein Yanto Jayadi Wibisono mengatakan pihaknya meraih kinerja positif pada triwulan pertama tahun ini.

Kendati belum bisa merincikan nilainya, dia mengatakan bahwa pendapatan premi pada awal tahun ini juga disokong oleh kesepakatan bisnis yang telah tercapai pada akhir 2018.

“Kuartal I/2019, premi bruto tumbuhnya 19,2%, year-on-year (yoy). Ada yang deal tahun lalu dan baru tercatat. Ada juga pemasaran produk baru,” ujarnya seusai gelaran rapat umum pemegang saham (RUPS) dan RUPS Luar Biasa di Jakarta, Kamis (23/5/2019).

Yanto mengatakan, pihaknya tetap optimistis kinerja bisnis yang lebih positif bisa dicapai emiten reasuransi dengan kode saham MREI ini. Pada 2018, Marein tercatat membukukan premi bruto senilai Rp2,2 triliun. Realisasi itu meningkat 22,7% (yoy).

Perseroan pun mampu membukukan laba bersih senilai Rp140,9 miliar. Kendati begitu, laba bersih itu menurun sekitar 12,5% (yoy).

Presiden Direktur Marein Robby Loho menjelaskan penurunan tersebut dipengeruhi oleh sejumlah faktor. Salah satunya, jelas dia, adanya peningkatan nilai klaim katastropik menyusul bencana alam yang terjadi di sejumlah daerah pada tahun lalu. “Banyak klaim katastropik, di Lombok, Palu dan Anyer. Itu dari sisi asuransi umum,” ujarnya.

Selain itu, dia menjelaskan persaingan di industri juga kian ketat dengan kehadiran kompetitor baru. Adanya problem biaya akuisisi tambahan atau yang selama ini ramai dikenal dengan fenomena ‘engineering fee’ turut mempengaruhi profitabilitas sektor asuransi kerugian.

Di sisi asuransi jiwa, Robby menjelaskan adanya peningkatan beban klaim, khususnya dari produk asuransi jiwa kredit dan asuransi kesehatan. “AJK dan health. [Klaim] di asuransi jiwa itu mendominasi,” sebut dia.

Faktor lain, sebut dia, adalah hasil investasi yang terpengaruh oleh kinerja instrumen saham pada tahun lalu. Meskipun begitu, Robby meyakini pihaknya bakal mampu merealisasikan hasil yang lebih positif pada tahun ini, baik dari sisi pendapatan premi maupun dari sisi keuntungan.

Sementara itu, perusahaan reasuransi pelat merah, PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) atau Indonesia Re, membukukan pertumbuhan premi bruto di kisaran 10% (yoy) pada kuartal I/2019.

Direktur Teknik Operasi Indonesia Re Kocu Andre Hutagalung menjelaskan realisasi kinerja itu masih sesuai target yang diharapkan pada awal tahun. “Per kuartal I/2019, premi bruto kami tumbuh sekitar 10% dibandingkan tahun lalu,” ujarnya pekan lalu.

Kendati begitu, Kocu mengatakan realisasi hasil underwriting perusahaan reasuransi yang digadang-gadang menjadi yang terbesar di Asia Tenggara ini masih berada di bawah target. Dia pun belum bisa merincikan terkait hasil underwriting tersebut.

Kocu menjelaskan, salah satu faktor yang cukup dominan memengaruhi kondisi itu adalah peningkatan klaim pada triwulan pertama. “Ada beberapa klaim besar, yang sebenarnya kejadiannya di 2018, tetapi baru dilaporkan pada 2019.”

Lebih lanjut, Kocu mengatakan pihaknya pun masih berupaya untuk mengejar peningkatan hasil underwriting besih pada kuartal kedua ini.

Berdasarkan laporan keuangan audited, Indonesia Re secara konsolidasian membukukan pendapatan premi bruto senilai Rp6,2 triliun pada 2018. Realisasi itu bertumbuh sekitar 7,27% dibandingkan Rp5,78 triliun pada 2017.

Hasil underwriting perseroan tercatat senilai Rp333,32 miliar atau turun hingga 15,2% (yoy) pada 2018. Kendati begitu, laba setelah pajak Indonesia Re secara konsolidasian tumbuh 30,48% (yoy) menjadi Rp200,58 miliar.

Data Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) menunjukkan pada akhir kuartal I/2019, sektor reasuransi tercatat membukukan premi bruto senilai Rp4,22 triliun. Realisasi itu bertumbuh hingga 34,4% (yoy) dari Rp3,13 triliun pada kuartal I/2018. Pada periode yang sama, klaim bruto sektor jasa keuangan ini tercatat senilai Rp1,25 triliun atau naik 15,2% (yoy).

sumber:  bisnis