Asuransi Mobil Otomate

Paket asuransi Mobil terlengkap dari ACA asuransi yang menyediakan mobil pengganti.

Asuransi Pengangkutan (Marine Cargo)

Asuransi pengangkutan ACA menawarkan proteksi lengkap terhadap risiko-risiko yang mengancam barang Anda yang diangkut baik melalui darat, laut, maupun udara..

Selasa, 18 Desember 2018

Inilah Fakta Asuransi Mobil yang Wajib Diketahui


Semakin tingginya tingkat taraf hidup masyarakat Indonesia, khususnya di kawasan perkotaan, membuat permintaan terhadap pembelian dan asuransi mobil juga semakin meningkat.

Tidak salah mengartikan bahwa mobil merupakan salah satu kendaraan impian banyak orang. Hal ini membuat mobil menjadi kendaraan yang sangat berharga dan harus dijaga dengan baik. Harganya yang lumayan mahal, pastinya membuat semua orang tidak menginginkan hal-hal buruk terjadi pada mobil yang dimiliki.

Maka dari itu, sangat penting untuk memiliki asuransi kendaraan pada mobil baru. Sayangnya, tidak banyak orang yang mengetahui manfaat asuransi mobil baru. Hal ini dikarenakan kurangnya informasi tentang manfaat asuransi pada mobil baru yang Anda miliki.

Inilah Fakta Asuransi Mobil yang Wajib Diketahui

Terkadang asuransi yang didapatkan saat memiliki mobil baru, adalah asuransi yang ditawarkan oleh perusahaan asuransi yang sudah bekerja sama dengan perusahaan mobil tersebut. Sehingga pemilik mobil belum mengerti betul keunggulan dan manfaat dari asuransi yang mereka miliki.

Tidak sedikit yang membiarkan perusahaan mobil atau leasing mobil untuk memilihkan perusahaan asuransi mana yang akan dijadikan penanggung jawab mobil mereka. Padahal, sangatlah penting untuk memahami secara cermat asuransi untuk mobil baru yang akan digunakan.

Menurut Kennadi selaku Business Manager Cermati.com, jika seseorang memiliki asuransi mobil, maka ia akan mendapatkan beberapa manfaat. Pengajuan asuransi pun kini lebih mudah karena bisa dilakukan secara online.

Manfaat pertama dari asuransi mobil tentu saja meminimalisir kerugian pemilik mobil. Misalnya, jika terjadi kecelakaan yang menyebabkan kerusakan ringan atau berat, mobil hilang akibat dicuri, bencana alam, dan masih banyak lagi. Bila menggunakan jenis asuransi all risk, maka akan memberikan perlindungan secara menyeluruh pada mobil tersebut.

Beberapa penyedia asuransi all risk, seperti asuransi mobil ACA, Garda Oto, maupun Simasnet. “Yang menjadi salah satu manfaat terbesar pemilik asuransi yakni statusnya sebagai tertanggung. Dengan status ini, posisi keuangan pemilik asuransi bisa kembali saat terjadi kerugian,” ujarnya.

Manfaat berikutnya yakni pemilik asuransi bisa lebih tenang karena memiliki jaminan jika terjadi kecelakaan atau bencana lainnya pada mobil. Memiliki asuransi sama dengan mengalihkan risiko pemilik mobil pada perusahaan asuransi yang telah dipilih.

“Dengan membayar premi kepada perusahaan asuransi, pemilik mobil bisa mentransferkan risiko masalah jaminan proteksi mobil kepada perusahaan asuransi pilihannya,” paparnya.

All risk dan TLO
Ada dua jenis asuransi yang bisa dipilih oleh pemilik mobil baru; Asuransi all risk atau comprehensive dan TLO. Untuk asuransi all risk atau comprehensive ini, pihak perusahaan akan membayar klaim untuk segala jenis kerusakan, mulai dari kerusakan ringan, rusak berat, hingga kehilangan.

Contoh kasus, mobil terserempet oleh angkutan umum, kerusakannya minor yang membuat mobil kurang nyaman untuk dipandang. Dalam kasus ini, klaim bisa dilakukan apabila asuransi yang dimiliki ialah asuransi comprehensive.

Sedangkan untuk asuransi Total Lost Only (TLO), hanya menjamin risiko akibat pencurian dan kerusakan jika biaya perbaikan diperkirakan sama dengan atau melebihi 75 persen dari harga kendaraan sesaat sebelum kerugian. Asuransi Total Lost Only (TLO) dipilih karena harga premi yang relatif lebih murah daripada asuransi all risk. Dengan biaya premi yang rendah, Anda bisa mengalihkan dana tersedia untuk kebutuhan lain seperti biaya perawatan kendaraan.

Pada dasarnya, asuransi membebaskan Anda dari biaya ekstra yang harus dikeluarkan ketika terjadi kerusakan pada mobil. Bayangkan jika tidak memiliki asuransi, ketika mobil mengalami kerusakan, Anda harus mengeluarkan dana pribadi untuk mengganti suku cadangnya.

Asuransi mobil tidak hanya berguna untuk pemilik asuransi dan pengemudi mobil saja. Ada juga pilihan pertanggungan yang dapat meng-cover kerusakan mobil pengendara lain akibat kelalaian Anda, sehinga Anda tidak perlu panik dan pusing karena kerusakannya akan diganti rugi oleh pihak asuransi.

Asuransi Kendaraan Meningkat
Awal tahun 2018 menjadi periode yang cukup manis bagi bisnis asuransi kendaraan. Bagaimana tidak, premi yang diraup perusahaan asuransi dari lini bisnis ini meningkat cukup signifikan.

Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mencatat, selama kuartal pertama tahun ini premi dari lini usaha asuransi kendaraan mencapai Rp 4,79 triliun. Jumlah ini meningkat 16,9 persen dari periode sama di tahun lalu yang mencapai Rp 4,1 triliun.

Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Dody AS Dalimunthe meyakini, di kuartal II tahun ini kinerja asuransi umum akan meningkat karena efek Ramadan dan Lebaran. Di awal tahun ini, lini bisnis asuransi kendaraan dan properti menjadi kontributor utama asuransi umum.

Kenaikan premi yang diperoleh dari lini asuransi kendaraan ini tak lepas dari membaiknya pasar otomotif di awal 2018. Berbeda dengan kondisi di awal tahun lalu dimana penjualan kendaraan tak terlalu bergairah. “Sehingga praktis perolehan premi dari asuransi kendaraan pun meningkat cukup besar,” jelasnya.

Penjualan mobil di kuartal pertama tahun ini tercatat mencapai 291.912 unit. Jumlah ini meningkat 2,85 persen dari periode sama di tahun 2017 lalu yang sebanyak 283.819 unit saja.

Faktor lain yang ikut mempengaruhi adalah makin banyak pemain asuransi kendaraan yang aktif mencari pasar yang lebih luas. Tak hanya memanfaatkan kerja sama dengan leasing dalam memasarkan asuransi kendaraan kepada debitur. Saluran distribusi ini memang selama ini jadi salah satu andalan asuransi umum dalam menjual produk tersebut.

Sekarang, Anda tidak harus berpikir lama-lama lagi untuk memiliki asuransi pada mobil baru. Selain untuk menjaga asset Anda tetap memiliki nilai yang tinggi, Anda juga tidak terlalu memikirkan biaya-biaya tambahan saat mobil Anda mengalami kerusakan saat terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Jadi tunggu apa lagi? miliki asuransi pada mobil baru Anda.

sumber:  liputan6

Jumat, 14 Desember 2018

Jurus Perusahaan Tingkatkan Minat Masyarakat pada Asuransi


Minat masyarakat terhadap asuransi masih kecil. Perusahaann asuransi harus memutar otak dan merumuskan berbagai strategi untuk meningkatkan hal tersebut. 

Direktur Utama PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) Edie Rizliyanto mengatakan, literasi masyarakat terhadap asuransi saat ini masih kecil, yaitu sekitar 12%. Masih kalah dibanding perbankan di persentase 28%.

"Literasi ini memang masih kecil, di perbankan 28%, di asuransi 12%," tutur Edie, di Jakarta, Rabu (21/11/2018). 

Dia mengatakan, pihaknya terus menggenjot kampanye dan literasi terutama untuk generasi-generasi milenial. Jasindo, katanya akan mengkampanyekan pentingnya asuransi mulai dari tingkat sekolah.

"Ini sesuai perintah OJK, kita akan upayakan literasi lebih jauh lagi. Masuk ke sekolah-sekolah, kampus untuk meningkatkan literasi. Kita akan siapkan anggaran untuk itu. INi kita akan lakukan ke daerah-daerah, bukan hanya pusat," tambahnya.

Dia juga mengatakan, perseroan juga menyiapkan strategi khusus untuk menyambut tantangan pada 2019. Strategi ini berhubungan dengan transformasi industri 4.0 yang kini tengah dicanangkan. 

Edie mengatakan, perseroan sudah menyiapkan sekitar lima poin strategi antara lain: Peningkatan Kompetensi SDM dan Budaya Teknologi, Perluasan Market Share Berkolaborasi dengan Fintech, Peningkatan Brand Image dengan Digital Marketing, Penambahan Produk Korporasi dan Retail, serta Mempermudah Proses Klaim Asuransi.

Strategi ini diharapkan dapat meningkatkan performa Asuransi Jasindo di tahun depan. Perusahaan juga telah menargetkan Premi Bruto pada 2019 sekitar Rp 6,2 triliun.

sumber:  detik

Kamis, 13 Desember 2018

Meski Belum Ada Aturan Jelas, Potensi Penjualan Asuransi Digital Cukup Besar


Belum adanya regulasi yang mengatur pemasaran asuransi lewat kanal digital belum menjadi masalah bagi pelaku usaha asuransi. Pemasaran lewat kanal ini bahkan diklaim tumbuh subur.

Direktur Utama PT Asuransi Simas Net Teguh Aria Djana menilai memang diperlukan penyesuaian sejumlah poin terkait pemasaran asuransi lewat kanal digital, termasuk lewat pihak ketiga semisal insurtech. "Namun dari sisi asuransi sih tidak ada masalah," ujarnya, Kamis (13/12).

Apalagi Simas Net sedari awal berdiri sudah mengandalkan kanal digital untuk menjual produknya. Hingga saat ini, lebih dari 90% premi yang didapat Simas Net berasal dari kanal digital.

Karena aspek kecepatan dan kemudahan yang bisa didapat nasabah, Teguh menyebut tren pertumbuhan premi dari kanal ini terbilang menggiurkan. Pasalnya premi yang masuk kantong Simas Net rata-rata tumbuh dua digit saban tahun.

Hingga November 2018, ia menyebut Simas Net mengumpulkan premi sekitar Rp 60 miliar. Hingga akhir tahun, ia memperkirakan perolehan premi Simas Net bisa menembus Rp 65 miliar.

Untuk saat ini, pemasaran secara digital kata Teguh lebih banyak berupa produk sederhana dengan premi terbilang murah dan menyesuaikan tren yang ada di masyarakat. Tak heran, lini asuransi perjalanan menjadi penyumbang terbesar bagi premi Simas Net.

Namun karena preminya kecil-kecil, Simas Net harus bisa berjualan dalam jumlah besar. "Harus mengandalkan volume base, sehingga kami banyak melakukan kerjasama dengan sejumlah mitra agar lebih efisien," ungkap dia.

Sementara Head of Travel Insurance PT Asuransi Central Asia (ACA) Sugiarto Grahihan menambahkan meski belum ada aturan terkait pemasaran digital, namun hal tersebut tak menjadi isu selama dilakukan assesment yang baik mulai dari produk hingga risiko. "Pemasaran digital kan hanya sebagai sarana distribusi yang tidak mewakili perusahaan asuransi," ungkapnya.

Ia melanjutkan, ekosistem yang terbentuk dari saluran digital pun bisa membantu perusahaan mengeksplorasi pasar yang lebih luas. Seperti potensi untuk melakukan cross selling kepada produk lain.

sumber:  kontan 

Senin, 10 Desember 2018

Kemenkeu Dorong Konsorsium Fasilitasi Asuransi Barang Milik Negara


Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sudah membuka pembicaraan dengan industri asuransi dan mendorong untuk membangun konsorsium guna memfasilitasi asuransi barang milik negara (BMN).

Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kemenkeu, Isa Rachmatarwata menuturkan saat ini persiapan asuransi BMN pada 2019 sudah mulai dikerjakan. Pemerintah katanya, sudah membangun komunikasi dengan industri asuransi dan mendorong pembangunan konsorsium.

"Sudah komunikasi dengan industri membangun mereka dorong konsorsium, kriterianya yang tidak sehat tidak boleh ikut, mekanisme-mekanisme misalnya pengadaan kompetitif kayak tender dan lainnya. Kita tidak ada bidding proses, kita minta industri kompak," ujarnya seusai menjadi juri dalam The Asset Manager, Jumat (7/12/2018).

Di sisi lain, Isa menjelaskan saat ini revaluasi BMN masih dalam tahapan audit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Harapannya, awal tahun depan sudah ada hasilnya dan targetnya diterima BPK 100%.

Penilaian kembali BMN pada 2017-2018 berdampak cukup signifikan terhadap nilai aset pemerintah pada LKPP dan 82 LKKL pada 2018. Penilaian kembali ini dilakukan atas 945.460 aset dengan nilai wajar sebesar 5.728,49 triliun. Hasil tersebut meningkat sebesar 273% dari Rp1.509,19 triliun.

Direktur Barang Milik Negara, DJKN Kemenkeu Encep Sudarwan mengatakan total BMN yang akan diasuransikan pada tahap pertama sebesar Rp11,5 triliun. BMN yang diasuransikan tersebut masih berupa pilot project dan BMN milik Kementerian Keuangan.

"Semua jadi begini kita teliti yang bisa diasuransikan. Teliti dulu, tahun depan pilot project asuransi BMN milik Kemenkeu. Karena belum pernah melakukan, coba dulu, yang di Kemenkeu gedung kantor, sekolah, bangunan-bangunan Kemenkeu, total Rp11,5 triliun," katanya.

Encep menargetkan pengelolaan aset negara dapat mulai beralih menjadi aset manajer, dan revaluasi aset menjadi langkah awal dengan menyelesaikan administrasi.

sumber: bisnis 

Jumat, 07 Desember 2018

Tidak Perlu Takut Banjir, Ternyata Bisa Diasuransikan


Asuransi perluasan banjir termasuk dalam pertanggungan dari asuransi properti. Akan tetapi semakin meningkatnya frekuensi banjir di kota-kota besar, maka pihak penyedia jasa asuransi mengeluarkannya dari polis asuransi properti lalu menjualnya secara terpisah.

Dari situlah kemudian asuransi banjir masuk ke dalam kategori asuransi kerugian. Setiap perusahaan asuransi, biasanya mereka menawarkan asurasi kerugian yang salah satunya diakibatkan oleh banjir.

Cakupannya tidak hanya melindungi properti dan kendaraan bermotor pelanggan saja, namun juga menanggung kerusakan pada isi properti nasabah seperti perabotan dan surat-surat berharga. Namun pastikan lagi, perluasan jaminan tersebut memang sudah tertera dalam polis saat asuransi didaftarkan.

Seperti yang dilansir dari cekaja.com, Jakarta, Jumat(30/11/2018) Terkait kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah, keberadaan asuransi banjir ini diatur jelas dalam: Surat Edaran No. SE06/D.05/2013 Tanggal 31 Desember 2013. Surat edaran tersebut berbunyi tentang tarif premi serta biaya akuisisi pada lini usaha asuransi kendaraan bermotor dan harta benda, disertai jenis risiko khusus meliputi banjir, gempa, letusan gunung berapi dan tsunami.

Bagaimana Tata Cara Klaimnya?

Untuk mengajukan klaim, ada beberapa tata cara yang perlu Anda penuhi. Pertama, usahakan untuk melapor dalam kurung waktu kurang dari 72 jam setelah kejadian.

Jika lebih dari itu, umumnya klaim dianggap hangus oleh pihak penyedia asuransi. Lalu informasikan dengan jelas mengenai posisi kendaraan/rumah dan kondisi banjir yang terjadi.

Sementara dalam melengkapi laporan pengajuan klaim tesebut, pastikan Anda melampirkan beberapa hal di bawah ini.

Jika risiko terjadi pada bangunan;

• Gambar skema bangunan atau blue print.

• Estimasi biaya dari pihak kontraktor untuk memperbaiki, membangun kembali bangunan yang rusak seperti keadaan semula.

• Bagi nasabah yang menggunakan bahan material dan tenaga kerja sendiri, wajib menyertakan kuitansi pembelian dan perhitungan biaya upah ke pihak penyedia asuransi.

sumber:  okezone

Kamis, 06 Desember 2018

Semarak Pagelaran Insurance Day 2018


Perayaan Insurance Day 2018 yang rutin diadakan Dewan Asuransi Indonesia telah selesai dilaksanakan. Kegiatan suistenable ini telah menjadi kalender rutin industri asuransi Indonesia, yang telah memasuki tahun ke 13 pelaksanaannya.

Beragam tema yang diusung setiap pelaksanaan Insurance Day, memiliki inti semangat Industri Asuransi, untuk menjadi bagian bagi masyarakat dalam memberikan andil dan manfaat dalam kehidupan sehari-hari, dalam bentuk proteksi yang diperlukan sewaktu-waktu selain juga merupakan investasi jangka panjang bagi individu yang menjadi nasabah asuransi.

Tujuan acara yang diadakan yakni, menginformasikan kepada publik kekuatan industri asuransi sebagai salah satu bagian pendukung perekonomian bangsa, yang merupakan salah satu Industri Keuangan Non Bank yang terus tumbuh dan terpercaya, dalam memberikan proteksi keuangan jangka panjang bagi masyarakat Indonesia, yang mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi.

Melalui tema “Mari Berasuransi - Cerdas, Sejahtera dan Mandiri" pada perayaan Insurance Day tahun 2018, diharapkan akan menambah pemahaman yang tinggi dari masyarakat umum untuk sadar berasuransi. Karena penetrasi berasuransi perlu dilakukan sustainable mengingat kesadaran rakyat di Indonesia untuk berasuransi masih belum seperti yang diharapkan.

Perayaan Insurance Day 2018 terbilang sukses dari sisi penyelenggaraan, dimana berfokus pada generasi milenial. Kegiatan literasi bersama yang awalnya akan dilaksanakan di 10 kota, ternyata menjadi 18 kota dengan total peserta sebanyak 6.065 orang..

Karena keberhasilan pelaksanaan literasi ini, Museum Rekor Indonesia memberikan rekor MURI sebagai Pelaksana Literasi Asuransi Terbanyak.

Sementara pemilihan kota Bandung sebagai tempat penyelenggaraan puncak acara, sangatlah tepat, karena Bandung memiliki gen milenial yang menjadi semangat representasi gen milenial lainnya di Indonesia.

Melalui strategi Insurance Day 2018 dilakukan melalui enhancing hubungan antara asuransi dan passion milenial, yang dikemas menjadi suatu festival dalam bentuk kegiatan exhibition, CSR dan Fun Walk, gaung komunikasi menjadi lebih mudah terkomunikasikan.

Selain itu publik figure seperti Walikota Bandung Oded M Danial yang melepas kegiatan funwalk dan carnaval Insurance Day di Bandung, juga kehadiran Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Jabar,  Lina Marlina yang juga istri Wakil Gubernur Jawa Barat, menjadi narasumber talkshow mengenai asuransi, diharapkan dapat menjadi stimulan warga Bandung untuk lebih mengerti asuransi.

Kehadiran artis Zaskya Adya Mecca dalam acara Insurance Talk dan Fashion serta penampilan music Kunto Adjie menjadi magnet tersendiri di dalam pelaksanaan Puncak Insurance Day 2018 di Bandung.

Untuk mengetahui lebih banyak mengenai Insurance Day, jangan lupa untuk menonton program talk show Speak After Lunch yang akan ditayangkan tgl 6 Desember 2018 jam 12.30 siang di INEWS TV

sumber:  bisnis 

Senin, 03 Desember 2018

Tahukah Anda, Asuransi Membantu Meminimalkan Resiko ?


Sudah saatnya Anda pertimbangkan kembali mengenai asuransi. Seberapa besar risiko yang Anda miliki dan seberapa banyak Anda sanggup menanggung risiko tersebut sendirian?

Sudah saatnya Anda menanggalkan pikiran umum bahwa asuransi berarti membayar sesuatu yang tidak diperlukan. Salah besar jika Anda berpikir bahwa asuransi hanya menambah pengeluaran Anda. 

Sebab, sekali lagi, kita semua menanggung risiko yang tak bisa kita prediksi kapan datangnya.

Asuransi membantu meminimalkan risiko itu, sehingga masa depan keuangan Anda dan keluarga lebih terjamin.

Yang diperlukan kemudian adalah mengatur pos-pos pengeluaran agar tak jebol. Seperti kata pepatah, mencegah lebih baik daripada mengobati.

Daripada terbelit masalah keuangan setelah tertimpa musibah karena tak punya asuransi, lebih baik kita mencegah. Pada hakikatnya, kerugian yang diakibatkan oleh musibah tak perlu kita tanggung sendirian.

Membayar premi asuransi menambah beban keuangan.  Ya, banyak orang berpendapat demikian.

Tapi, pertanyaannya, apa memang benar begitu?
Seandainya kita dianugerahi kemampuan bisa melihat apa yang akan terjadi di kehidupan pada masa depan, pendapat di atas seratus persen benar.

Sebab, kita bisa menghindarkan sesuatu yang buruk yang dapat menimpa. Sayangnya, tak ada seorang pun yang dapat memprediksi musibah. Dan yang lebih mengesalkan, musibah sudah pasti akan mempengaruhi rencana keuangan kita, bahkan bisa memporak-porandakannya!

Berikut ini  alasan kuat bagi kita untuk memiliki asuransi.


Risiko Anda yang Dilindungi Asuransi
Tak dapat dimungkiri, Indonesia masih belum bisa dikatakan terbebas dari ancaman keamanan. Terutama di kota-kota besar, tingkat kriminalitas masih tinggi.

Tapi, sekalipun Indonesia disebut sebagai negara teraman di dunia, musibah tetap bisa datang tanpa kira-kira dan tanpa pandang bulu.  Sejumlah risiko mahal mengancam kita semua seperti bencana alam, kecelakaan di jalan, kehilangan harta (karena pencurian, kebakaran, dan lain-lain), kecelakaan di tempat kerja atau di rumah, menjadi korban penipuan bisnis atau kartu kredit, dsb. 

Tak terbayangkan betapa banyak risiko yang bisa menggoyang kondisi finansial kita. Risiko itu mengancam siapa pun kita, entah pebisnis, buruh, ketua RT, bahkan direktur sekalipun.

Perlindungan terhadap Risiko vs Premi Asuransi
Semakin besar risiko yang dipertanggungkan, semakin besar pula premi asuransi yang harus dibayar.

Maka itu, jangan berpikir bahwa Anda bisa menjadi peserta asuransi mana saja, yang penting preminya termurah.

Jika Anda adalah tulang punggung keluarga, tentunya risiko hidup Anda lebih besar.

Karena itulah kita tak bisa hanya “pokoknya sudah ikut asuransi” dengan membayar premi termurah. Yang lebih penting adalah ketepatan program asuransi itu dengan kebutuhan kita. 

Gara-gara pelit bayar premi, kemudian berujung gagalnya rencana membeli rumah atau kesulitan menyekolahkan anak. 

Risiko kehilangan harta benda juga banyak kasusnya. Saking pelit bayar premi, mobil hilang tidak ada yang ikut mengganti karena tidak ada asuransi.

Alhasil, tekor untuk beli mobil lagi. Ini akan berbeda jika kita sudah mengikuti program asuransi. 

Pelit premi datangnya dari mindset yang merasa asuransi itu hanya sekedar pengeluaran lebih yang dapat ‘dihemat’.


Apakah Asuransimu Sudah Cukup?


Sumber: Sindo.com