Asuransi Mobil Otomate

Paket asuransi Mobil terlengkap dari ACA asuransi yang menyediakan mobil pengganti.

Asuransi Pengangkutan (Marine Cargo)

Asuransi pengangkutan ACA menawarkan proteksi lengkap terhadap risiko-risiko yang mengancam barang Anda yang diangkut baik melalui darat, laut, maupun udara..

Senin, 12 November 2018

Waktu Yang Tepat dan Alasan Pindah Asuransi Mobil


Ada banyak penyebab seseorang ganti asuransi mobil, di bawah ini adalah beberapa alasan utama yang seringkali mendorong orang untuk pindah.

Mungkin Anda juga merasakan permasalahan di bawah ini? Mari kita simak bersama!

Ini Dia Alasan Orang Ganti Asuransi Mobil
Memang, ganti asuransi mobil itu memerlukan waktu, tenaga, dan mungkin biaya ekstra.

Namun, apabila memang diperlukan, Anda bisa mengganti asuransi mobil. Berikut ini alasan-alasan yang membuat nasabah mengganti asuransi mobil.



#1 Perlindungan yang Ditawarkan Sedikit
Apakah Anda merasa asuransi yang Anda miliki sekarang tidak sesuai dengan ekspektasi Anda? Misalnya, Anda tidak mendapat proteksi yang menurut Anda penting dan tidak serinci yang Anda pikirkan.

Bila itu yang menjadi unek-unek Anda terhadap perusahaan asuransi Anda saat ini, tak ada salahnya untuk pindah layanan asuransi.

#2 Kebutuhan Perlindungan Berubah
Alasan kedua untuk ganti asuransi adalah apabila kebutuhan perlindungan Anda berubah, namun perusahaan asuransi yang dimiliki saat ini tidak memiliki jenis pertanggungan terbaik untuk kebutuhan spesifik yang Anda inginkan.

Memang, Anda bisa saja memperluas perlindungan dengan membeli rider yang ditawarkan perusahaan Anda. Tapi, dengan menambah rider, besaran premi akan naik.

Atas alasan ini, Anda bisa mempertimbangkan untuk ganti penyedia layanan asuransi mobil.

Apalagi jika Anda sudah melakukan riset dan mendapat perusahaan asuransi lain yang lebih sesuai dengan kebutuhan Anda, di mana Anda akan mendapat produk yang lebih menguntungkan dan premi yang relatif ekonomis.



#3 Pengalaman Klaim Buruk: Sulit, Lama, Ditolak
Apabila Anda merasa kurang puas dengan pelayanan klaim asuransi mobil Anda saat ini, Anda bisa mempertimbangkan untuk ganti asuransi.

Proses klaim berbelit-belit, birokrasi dan prosedur lambat, serta membuat Anda kewalahan sendiri, tentunya bukanlah sesuatu yang kita harapkan sebagai nasabah.

Jika semua itu terjadi pada asuransi yang Anda miliki saat ini, tidak usah berpikir panjang lagi, inilah saatnya Anda berpindah atau mencari layanan asuransi lain!

Cobalah untuk melakukan perbandingan terlebih dahulu dengan produk asuransi lain.

Anda bisa menanyakan hal itu di forum asuransi online atau pada orang terdekat, misalnya teman, keluarga, dan sahabat.

Lebih baik pilih asuransi mobil dengan fasilitas klaim yang sudah terbukti cepat dan praktis.

#4 Customer Service Tidak Memuaskan
Dalam bidang bisnis dan jasa, customer service memang merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kepuasan pelanggan. Apalagi kalau bicara tentang penyedia jasa asuransi yang menuntut Anda untuk banyak berinteraksi dengan customer service.

Jika customer service sulit untuk dihubungi melalui telepon atau email, atau Anda tidak dilayani dengan professional walau sudah menjadi pelanggan setia selama sekian tahun, mungkin ini waktu yang tepat untuk Anda pindah ke lain hati!

Customer service yang kurang maksimal memang kerap menjadi salah satu alasan utama yang membuat para nasabah kabur.

Jika Anda ingin beralih ke penyedia asuransi lain yang memiliki pelayanan customer service yang lebih baik, jangan lupa untuk meminta saran dan referensi kepada rekan dan kerabat yang sudah pernah memiliki pengalaman baik terhadap customer service asuransi mobil.



#5 Pilihan Bengkel Rekanan Sedikit dan Layanannya Kurang Memuaskan
Asuransi mobil adalah sebuah perlindungan untuk mobil. Tentunya setiap perusahaan asuransi mobil selalu memiliki hubungan kerja dengan sejumlah bengkel.

Untuk itulah, salah satu indikator yang menentukan kualitas layanan dari asuransi mobil adalah kualitas dan kuantitas bengkel rekanan.

Dari segi kualitas, Anda bisa nilai dari hasil kerja dan layanan yang diberikan oleh bengkel terkait.

Bila Anda selalu mendapatkan layanan yang kurang memuaskan dari bengkel rekanan penyedia asuransi Anda saat ini, Anda bisa pindah dan mencari perusahaan penyedia asuransi mobil lain yang bekerja sama dengan bengkel-bengkel ternama.

Sedangkan dari segi kuantitas, Anda bisa menilai dari berapa banyak bengkel di kota Anda yang bekerja sama dengan penyedia asuransi mobil Anda. Semakin banyak dan semakin luas jangkauannya, tentu semakin baik.

sumber: finansialku

Selasa, 06 November 2018

Banyak Terjadi Bencana, Perlukan dilakukan Penyesuaian Tarif Premi?


Asosiasi Asuransi Umum Indonesia berpendapat penyesuaian tarif premi asuransi gempa bumi belum akan dilakukan, kendati risiko bencana semakin meningkat.

Ketua Umum AAUI Dadang Sukresna mengatakan, terjadinya bencana yang berulang beberapa waktu lalu, tidak serta merta akan mendorong  tarif premi asuransi gempa bumi. Sebab, pola penghitungan tarif premi diperuntukkan untuk waktu jangka panjang.

“Tidak bisa karena satu kejadian, lalu naik.Ini sudah dihitung oleh para ahli statistik dan berdasarkan riset,” katanya dikutip  Bisnis.com, Minggu (28/10/2018).

Lebih lanjut dia menambahkan, kejadian bencana nasional tidak berpengaruh terhadap kapasitas industri perasuransian nasional, sehingga tidak berpengaruh terhadap tarif premi. Dengan demikian, Dadang memandang tarif premi asuransi gempa bumi tidak akan dikaji ulang.

“Setelah bencana ini, reasuransi dan asuransi umum akan melihat berapa sesi limit yang akan ditetapkan di setiap kabupaten atau daerah,” imbuhnya.

sumber:  bisnis 

Jumat, 02 November 2018

Asosiasi Pemilik Kapal Minta Penundaan Kewajiban B20


Asosiasi Pemilik Kapal Indonesia (INSA) khawatir penggunaan B20 akan merusak bagian kapal.  Asosiasi Pemilik Kapal Indonesia (INSA) meminta penundaan penggunaan biodiesel dengan campuran minyak kelapa sawit 20% (B20) untuk angkutan laut. Usulan didasarkan pada sejumlah aspek pertimbangan seperti aspek keselamatan, performa, dan biaya perawatan.

Ketua Umum INSA Carmelita Hartoto mengatakan telah menyampaikan usulan kepada pemerintah melalui surat bernomor 153/INSA/X/2018. Surat itu ditujukan kepada sejumlah menteri seperti Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto.

"Kami perlu relaksasi penggunaan B29 untuk angkutan laut karena ada beberapa aspek pertimbangan," kata Carmelita kepada Katadata.co.id, Senin (29/10).

Menurutnya, asosiasi mendukung kebijakan mandatori penggunaan B20 milik pemerintah. Namun, INSA meminta ada kajian teknis terlebih dahulu untuk bisa menjelaskan dampak penggunaan B20 terhadap mesin kapal.

"Kami sudah sampaikan, kajian penggunaan B20 belum pada angkutan kapal," ujarnya.

INSA pun menekankan kandungan kualitas B20 belum konsisten karena belum dipantenkan dengan standar nasional dikhawatirkan bisa berdampak terhadap kerusakan bagian kapal sehingga berpotensi menimbulkan ketidaksesuaian antara pemberi garansi pabrik dan pihak asuransi kapal.

Bila pemakaian B20 dipaksakan kepada industri pelayaran, hal ini juga bisa berimbas pada investasi awal yang cukup besar untuk pembersihan tangki, pipa dan sistem BBM, pemeliharaan sistem penyimanan B20.

Karenanya, terhadap masalah teknis tersebut, INSA pun  memberikan sejumlah masukan kepada Kementerian ESDM dalam surat yang sudah diterima oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Pertama, pemakaian B20 hanya memungkinkan untuk kapal baru yang mesinnya sudah diperisiapkan untuk memakai B20.

Kedua, produsen B20 mengadakan riset agar dapat menghasilkan produk yang kompatibel tanpa menimbulkan efek ongkos perawatan tinggi. Ketiga, produsen B20 juga harus melakukan analissi efek terhadap saluran yang menggunakan tembaga atau nikel tembaga.

Keempat, uji emisi B20 untuk perbandingan dengan persyaratan polusi udara. Kelima, pemerintah agar bisa mensyarakatkan pihak asuransi dan manufaktur mesin untuk membiayai kerusakan yang disebabkan B20.

Terakhir, produsen B20 wajib memasukkan analisis untuk standar penggunaan kapal angkut air. "INSA sangat berharap pemerintah menunda pemakaian B20 khususnya industri pelayaran sampai dengan adanya hasil analisis," kata Carmelita.

Sebelumnya, sejumlah sektor tercatat memperoleh kelonggaran terkait penggunaan B20%.  Pemerintah memperbolehkan PT Freeport Indonesia dan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) untuk tidak menggunakan biodiesel 20% (B20) dalam campuran pada bahan bakar minyak solar.

“Untuk sementara belum bisa (menggunakan B20),” kata Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Djoko Siswanto di Jakarta, Senin (3/9).

Menurutnya, Freeport tidak bisa menggunakan B20 pada dataran tinggi Grasberg, Papua karena bisa menyebabkan bahan bakar tersebut membeku. Sedangkan PLN diperbolehkan tak menggunakan B20 pada Pembangkit Listrik Tenaga Gas.

Selain itu, pemerintah juga memberi kelonggaran pada sektor alat utama sistem senjata (Alutsista) Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk tak menggunakan B20.

Sesuai dengan hasil Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian tanggal 24 Agustus 2018, penyaluran solar murni kepada ketiga sektor dilaksanakan Pertamina. Ketiganya pun diperbolehkan untuk tidak menggunakan B20 sampai ada teknologi yang memungkinkan penggunaan jenis bahan bakar tersebut.

sumber: katadata

Kamis, 01 November 2018

Rawan Kebakaran, Asuransi Properti Paling Diminati


Kesadaran masyarakat dalam beransuransi berapa tahun terakhir mengalami pertumbuhan positif.

Ketua Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Kalbar, Ashar Anwar mengatakan sepanjang 2018, bisnis asuransi yang dilihat dari jumlah premi yang mengalami pertumbuhan sebesar 10 persen.

"Alhamdulillah dari tahun ke tahun premi asuransi di Kota Pontianak mengalami pertumbuhan yang signifikan. Kalau untuk jumlah angka pastinya kita belum tau, yang jelas secara keseluruhan peningkatan preminya berkisar 10 persen dibandingkan periode yang sama dari tahun lalu," ujar Ashar saat momentum Insurance Day 2018, Minggu (21/10/2018).

Ashar mengatakan untuk asuransi umum sendiri di Kalbar mencapai 30 perusahaan asuransi, sedangkan asuransi jiwa kurang lebih 20 perusahaan, belum termasuk asuransi sosial, asuransi kesehatan dan lainnya. 
Asuransi kata Ashar memberikan keamanan dan sangat terjangkau. Bahkan untuk premi asuransi ada yang dimulai dari Rp10 ribu.

"Dan itu terjangkau serta manfaatnya banyak, bisa digunakan oleh masyarakat mulai dari anak-anak, dewasa, sampai orangtua, laki-laki maupun perempuan. Semua jenis pekerjaan kalau bisa dicover dengan asuransi. Saat ini asuransi yang paling diminati adalah asuransi properti, dan pendidikan," ungkapnya.

Asuransi properti kata Ashar merupakan asuransi yang menjamin risiko kebakaran. "Untuk properti berkontribusi sekitar 50 persen dari asuransi yang lain. Kami terus melakukan edukasi kepada masyarakat agar sadar berasuransi. Perusahaan juga punya strategi tertentu untuk mendekatkan diri ke masyarakat," ujarnya.

sumber: tribunnews

Rabu, 31 Oktober 2018

Maipark Serahkah Polis Asuransi Gempa ke 3 BPR di Yogyakarta


PT Reasuransi Maipark Indonesia, perusahaan reasuransi risiko khusus, bekerjasama dengan International Finance Corporation (IFC) menyerahkan polis Asuransi Gempa Berbasis Indeks (AGBBI) atau Earthquake Index Insurance (EQII)  kepada tiga bank perkreditan rakyat di Yogyakarta. 

Tujuan dari AGBBI adalah untuk melindungi bank-bank yang memberikan pinjaman kepada individu serta usaha mikro, kecil, dan menengah dari kerugian akibat terjadinya gempa bumi.

Lebih dari 12 juta orang Indonesia tinggal dan bekerja di kawasan-kawasan rawan gempa, dengan paparan secara ekonomi mencapai sekitar US $80 miliar. Risiko ini sangat tinggi di Pulau Jawa, Sumatra dan Sulawesi, di mana bank-bank yang paling terdampak gempa telah kehilangan antara 15% hingga 35% dari pendapatannya seiring terjadinya sejumlah gempa di masa lalu. Kerugian ini mengikis cadangan modal bank dan mengurangi kemampuannya untuk menyalurkan pinjaman.

AGBBI ini memenuhi kebutuhan bank-bank perkreditan rakyat, di mana peningkatan permasalahan pembayaran nasabah serta penarikan tabungan setelah terjadinya gempa bumi dapat menyebabkan kendala likuiditas, tepat pada saat permintaan uang tunai cenderung meningkat.

“Paparan bahaya gempa bumi Indonesia termasuk yang tertinggi di dunia, baik dalam hal kematian korban maupun kerugian ekonomi. Hal tersebut baru-baru ini terlihat setelah terjadinya gempa bumi di Lombok dan Palu, yang menunjukkan bahwa kita membutuhkan mekanisme mitigasi risiko,” jelas Heddy Agus Pritasa, Direktur Teknik maipark dalam keterangan tertulis, sebagaimana dikutip Bisnis.com, Rabu (31/10/2018). 

Dia menjelaskan,  PT Reasuransi Maipark Indonesia bersama dengan IFC telah menciptakan produk EQII, yang berlisensi di bawah Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI). Kerja sama ini memungkinkan kami memberikan perlindungan bagi bank terhadap risiko keuangan akibat gempa bumi. 

"EQII menawarkan solusi untuk bank-bank pedesaan, membantu mereka mengurangi risiko keuangan akibat gempa bumi dan memberikan dukungan yang sangat dibutuhkan kepada bank-bank tersebut," kata Ascar Setiyono, Ketua Asosiasi Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) di Yogyakarta.

Dengan dukungan IFC, Maipark telah bekerja sama dengan perusahaan asuransi lokal untuk mengembangkan dan mendistribusikan produk ini, yang dipasarkan oleh PT Asuransi Binagriya Upakara.

“Dengan tanggapan dari tiga bank perkreditan rakyat di Yogyakarta hari ini terhadap produk EQII, kami berharap mereka dapat menjadi preseden bagi bank-bank perkreditan rakyat lain di Indonesia, terutama yang terdampak oleh gempa bumi,” imbuh Dadang Sukresna, Ketua AAUI.

Adapun proyek didanai oleh Global Index Insurance Facility, dana perwalian multi-donor yang dikelola oleh IFC dan diimplementasikan bersama dengan Bank Dunia. Para donor termasuk Jepang, Belanda, Uni Eropa, dan InsuResilience Jerman. Tujuan fasilitas ini adalah untuk memperluas penggunaan asuransi indeks sebagai alat manajemen risiko di bidang pertanian, keamanan pangan, dan pengurangan risiko bencana.

sumber:  bisnis 

Selasa, 30 Oktober 2018

Hadapi Tahun Politik, Ini Imbauan OJK untuk Asuransi Umum


Industri asuransi umum menghadapi tantangan yang tidak mudah pada tahun depan seiring dengan akan digelarnya pemilihan presiden dan legislatif pada 2019. 

Dalam acara pembukaan "24th Indonesia Rendevous" di Nusa Dua, Bali, Kamis (25/10/2018), Kepala Eksekutif Pengawasan Industri Keuangan Non-Bank Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Riswinandi menyatakan industri asuransi menghadapi tantangan yang tidak mudah di masa depan, terutama memasuki tahun politik pada 2019. Acara ini digelar oleh Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI).

Oleh karena itu, OJK mengimbau semua perusahaan asuransi untuk melengkapi diri dengan memperkuat modal, Sumber Daya Manusia (SDM), dan sistem teknologi Indonesia. 

Lebih lanjut, OJK mengharapkan perusahaan asuransi umum menerapkan sejumlah strategi guna mendorong kemajuan industri seperti menjalankan kegiatan bisnis secara sehat, adil, dan bijaksana dengan memprioritaskan penerapan risiko manajemen yang mengacu pada hukum yang berlaku dan praktik internasional yang terbaik. 

Di samping itu, OJK mendorong ketersediaan SDM yang profesional untuk agen, penjamin, dan aktuaris dengan kualitas serta tingkat integritas tinggi. 

Perusahaan asuransi juga perlu mengoptimalkan kantor cabang untuk mendorong penetrasi asuransi serta menciptakan produk asuransi baru
untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan berkontribusi dalam program pembangunan nasional. 

Industri juga dapat memperluas saluran distribusi berbasis Teknologi Informasi (TI) agar dapat menjangkau semua level masyarakat, meningkatkan kualitas retensi dalam menghadapi risiko dan memenuhi kapasitas asuransi dalam negeri untuk mengoptimalkan underwriting.

Di samping itu, perusahaan asuransi perlu memberikan layanan terbaik kepada pemegang polis, terutama terkait proses klaim untuk memulihkan persepsi publik terkait kendala dalam klaim asuransi.

sumber: bisnis 

Jumat, 26 Oktober 2018

Ekonomi Membaik, Bisnis Asuransi Umum Diyakini Masih Tumbuh Dua Digit


Industri asuransi umum tahun ini mencatatkan perkembangan yang positif dari sisi premi. Tren positif ini diyakini masih berlangsung hingga sembilan bulan pertama tahun ini.

Sampai Agustus 2018, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pelaku usaha asuransi umum membukukan premi bruto sebesar Rp 38 triliun. Jumlah ini tumbuh 11,4% dibanding periode yang sama di tahun lalu yang sebesar Rp 34,1 triliun.

Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Dody AS Dalimunthe menilai pertumbuhan premi yang didapat pelaku usaha di tahun ini diantaranya didorong pertumbuhan ekonomi makro di tahun ini yang masih cukup baik. Pertumbuhan ekonomi ini biasa diikuti oleh meningkatnya investasi di berbagai sektor industri dan daya beli masyarakat.

Sehingga kondisi ini ikut mengerek permintaan asuransi di pasaran yang disusul meningkatnya premi yang didapat pemain asuransi.

Nah hingga kuartal III-2018, Dody menilai kondisi ini masih cukup terjaga. Meski memang di sisi lain ada sejumlah tantangan yang juga mesti dihadapi pelaku usaha asuransi. Misalnya saja dari tren pelemahan nilai tukar rupiah.

Tapi tren tersebut dinilainya belum akan berdampak signifikan bagi industri. Contohnya dari penjualan kendaraan bermotor di pasaran yang masih mencatatkan pertumbuhan. Alhasil peluang untuk menggeber premi dari lini asuransi kendaraan masih terbuka.

Begitu pula dengan sejumlah lini bisnis lain yang menunjukkan tren pasar yang positif. Semisal lini asuransi kredit, asuransi pengangkutan dan asuransi kesehatan.

"Sehingga sampai kuartal ketiga premi asuransi umum masih bisa tumbuh dua digit," kata dia baru-baru ini.

Sebagai catatan, hingga September 2018 perolehan premi bruto dari sektor industri ini sebesar Rp 39 triliun. 

sumber:  kontan